Selasa, 14 Oktober 2014

semoga tidak kamu lagi..

Ada rasa sedih melihatmu bahagia
Bukan karna aku tidak ingin kau bahagia
Melainkan..karna bukan yang mmbahagiakanmu

Itu menyakitkan..seperti pukulan yng senarnya ingin buatku tersadar
Mungkin ini waktunya untuk aku terpuruk
Supaya..aku dapat melihat Tuhan memakai kenangan ini buatku untuk dipenuhi kesiapan
Sehingga do'a..dapat melahirkan semangat dan kemudian membuatku bangkit

Namun ketahuilah..sebelum aku sudah tak lagi mencintaimu
Ini darahku mengalir membawa bayang-bayangmu mengelilingi tubuhku
Dan jantungku berdenting demi kau berlari-lari dipikiranku

Ada satu hal yang sampai saat ini aku bangga menjadi aku


Itu karna..aku mampu terima kamu apa adanya
Aku meminta ampun kepada tuhan
Sebab aku pernah kalau suatu saat ,ketika angin menghempasku hilang dari daya ingatmu
Aku tak ingin lagi menginjak bumi
Sebab..hidup bagaikan dinding yang dingin

Aku harus menjadi paku, sebab kamu bagaikan lukisan
Dan cinta itu palunya
Memukul aku..memukul aku.. dan memukul aku sampai aku benar-benar menancap kuat
Pada akhirnya semoga tidak kamu lagi yang sebagai satu-satunya cahaya dalam pejamku sebelu pulas

Senin, 18 Agustus 2014

Tuhan.. andai saja ada yang mengerti perasaanku saat ini , mungkin tidak akan seperti ini . Mereka hanya memikirkan apa yang terbaik untuk mereka . Itu hal yang paling menyakitkan !
Jika seseorang datang hanya untuk menyakiti , maka biarkanlah ia pergi

Kamis, 07 Agustus 2014

Sabtu, 12 Juli 2014

Kekuatan cinta ibu

Seorang gadis kecil dan ibunya sedang menyebrangi jembatan yang rapuh. Ibu itu menyuruh putrinya “anakku pegang tanganku erat-erat supaya kamu tidak terjatuh ke sungai”

Anaknya menjawab, ”tidak ibu, ibulah yang harus memegang tanganku.”!!!  Pintanya

“Apa bedanya?” Tanya si ibu yang bingung

“BEDANYA SANGAT BESAR” jawab anaknya.”kalau aku yang memegang tangan ibu dan tiba tiba terjadi sesuatu padaku, aku mungkin akan melepaskan peganganku”

Tetapi kalau ibu yang memegang tanganku, aku tahu bahwa apapun yang terjadi , ibu tidak akan pernah melepaskan tanganku.